
aku teramat membenci dirimu
engkau tercipta dari pisau tajam
yang hanya dapat menyayat
luka yang kau hadirkan takkan hilang perihnya
sgalanya kan sia-sia
tlah musnah sgala harap akan dirimu
tlah lenyap keanggunanmu dalam mataku
sungguh kau begitu sempurna
sempurna membuat noda
noda bercak dari darah dalam jiwa
tak bisakah kau membunuh jiwa tanpa harus kau siksa
my souls truly tortured
makasieh menyempatkan diri mampir di web ini..... jangan lupa kasih komentar yaaa...:)
Mengenai Saya
- ilmie89
- Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia
- Berada dilembah maya bukanlah satu pilihan tapi ketetapan untuk aku gunakan sebagai wadah penulisan. Aku tidak menulis untuk orang lain berfikir tentang apa yang aku pikirkan.Juga tidak menulis demi menepati citarasa manusia yang ingin menjadikan bahan bacaan sebagai santapan jiwa. Aku... hanya menulis untuk diriku sendiri demi apa yang aku pikirkan, apa yang aku rasakan dan apa yang aku jiwakan sebagai seorang aku dimuka bumi Allah ini. Selebihnya... aku bukan siapa-siapa..
Blog Archive
slalu mengagumi tanpa kau tahu
slalu menyayangi tanpa ingin kau sayang
slalu menjaga tanpa mengekang
inilah diriku apa adanya untukmu
aku tahu kau tak pernah meminta smua ini
namun apa daya jiwa tlah kau renggut
hanya satu pintaku
jagalah slalu senyum indah itu
karena bahagiamu surga untukku
ini jalan yang aku pilih
bertahan dengan sgala duka yang menimpa
tak pernah kusesali smua ini
syukurku akan takdir yang Kau beri
aku bahagia mengenalmu
aku bahagia hatiku hanya terisi olehmu
tetaplah tegar dijalanmu
aku kan slalu disampingmu
datang dan peluk erat diriku
ingin kubisikkan terima kasih tlah hadir di duniaku

Ajarkan diriku tentang rasa bahagia
buatlah diriku merasakan senyum tanpa kepura-puraan
jadikan diriku suatu sosok tanpa duka
jadilah inspirasi alunan bahagiaku
yang slalu kujaga dengan nyawa ini
kesempatan yang takkan kusiakan
karena kuyakin akan rasa yang terpendam
ketulusan kasih tuk membawamu ke singgasana mulia
tepiskan smua duka yang hadir
janganlah kau hilang kembali
kutak sanggup bertahan ketika kau perlahan jauh
tak dapat kukendalikan diri ini bila kau bungkam denganku
dirimu adalah nyawa sanubariku
tanpamu apalah arti terciptanya hati
hati yang takkan dapat merasa tenang
tanpa sosok indahmu itu

Illahi robbi...
mengapa Kaw biarkan jiwaku ini tak melepaskannya
mengapa harus dirinya yang melekat kuat
mengapa tak Kau biarkan jiwa ini hanya mengharap cintaMu
karna hanya denganMu ku takkan kecewa
hanya denganMu ku takkan terluka
Illahi robbi...
bila memang ini tuk kuatkan batin
bila memang ini dewasakan jiwa
sanggupkah aku menerima smua ini
tetap berdiri kokoh dengan beribu luka
tetap tersenyum meski nurani miris terasa
Illahi robbi...
apakah peranku dalam skenariomu hanya lara belaka
salahkah diri ini mengharap sesuatu yang aku cinta
Illahi robbi...
hanya kepadaMu diri ini mengharap ketenangan batin
hanya kepadaMu tempatku mengeluh
karena ku yakin akan kasih sayangMu
Aku bersyukur tlah terpilih tuk menikmati semuanya

Bibirku mengatup
Lidah bergetar tak mampu berucap
Seakan dunia ini tak benar adanya
Tak pernah skalipun kaw mengakui akan hadirnya diriku
Skali saja hadirkanlah kata indah melepas gundahku
Jika rindu ini menjenuh kanmu
Jika sayang ini menyakit kanmu
Jika cinta ini membuatmu menjauh
Aku rela engkau membenci cintaku
Namun ijinkanlah raga ini merindukan senyummu
Ijinkanlah sosok ini tetap menjagamu
Memeluk erat dirimu dalam bayang semu
Karena kenyataan tak berpihak padaku

Senyap yang setia menghampiri diri ini
Membisikkan asa yang tak henti kupegang teguh
Mengharap tuk bisa slalu kokoh
Kau kan slalu kudekap meski pedang di sela sayapmu trus menusuk dalam
Inilah cinta,
Harap jemari mentari dapat menggenggam kelamnya kalbu
Relaku akan sgala yang tak kau tau telah merobek jiwaku
Jiwa yang rapuh
Rindu pelukan kasih yang tak henti kuharap darimu

Kebisuan malam yang smakin kelam tanpa pelukan bulan
Membuat raga ini dapat mendengarkan alunan syahdu hati ini
Nada indah dari tetesan darah yang mengendap dalam sanubari
Terkoyak begitu mesra,tercabik tak bersisa
Sinar hangat yang kujaga tlah membakar jiwa
Rasa kecewa dari cahaya fana yang kuakkan amuk jiwa
Aku bertahan,kukumpulkan kembali sgala puing yang ada
Kubuat sgalanya sebagai anugrah tuk pribadi yang kekar

